Forum Pembangunan

"Winners lose more than losers. They win and lose more than losers, because they stay in the game."
~ Terry Paulson
Home Artikel Karena Kita Semua Sedang Menulis
Karena Kita Semua Sedang Menulis

Ada rasa takut, ketika hendak menulis. Takut tulisan tidak sesuai dengan kenyataan, atau tidak berbuah pada tindakan, yang akan mengundang kebencian yang Maha Penyayang.

"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan." (QS As-shaff 61 :2-3)

Tapi di sisi lain, dengan menulis ada semangat yang mengalir dalam jiwa ini. Ketika menulis kembali sejarah para nabi yang penuh hikmah, seakan terekontruksi kembali apa yang terjadi saat itu. Dan mengisi relung-relung jiwa yang rapuh ini. Ketika menulis nasihat dan nilai kebaikan, ada semacam gema, di mana nasihat dan nilai kebaikan itu kembali pada akal dan hati ini, bahkan berkali-kali. Layaknya gema, tulisan itu berbicara lebih banyak pada diri saya sendiri. Apalagi sesekali ada tanggapan positif atas tulisan itu, seakan gema itu bertambah nyaring bernyayi dalam senandung jiwa ini.

Di sudut lain, ternyata bisikan dan dorongan kesombongan dalam berbagai tingkatan dan bermacam frekuensi, mencoba masuk, memanfaatkan kelemahan diri ini. Hendak meluluh lantahkan bangunan pahala yang di janjikanNya, dan hendak melalap habis tabungan kebaikan yang penarikannya sering kali lebih besar dari pada penyetorannya. Ya…, bisikan itu.., "saya hebat ya.., tulisan saya pasti bermanfaat.., pasti orang – orang kagum.., dst", membuat niat untuk menulis ini, hendak di kubur saja. Dan memilih untuk diam, menikmati, mengomentari, membaca tanpa melirik untuk berbagi. Tapi ada secercah kesadaran yang kuat, yang seakan berfatwa ..teruslah menulis..!, mengikuti bisikan untuk berhenti berarti terperangkap strategi syaitan yang dulu pernah lantang meproklamirkan kesombongannya saat ia di usir dari neraka dan berhenti menikmati keindahan syurga.

"..Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)." (QS Al-A’raf 16-17)

Disudut lain, ada segenggam cerah lainnya, beban-beban dalam pundak yang cukup berat dan melelahkan, seakan-akan terkurangi bahkan di letakan sama sekali. Atau keruwetan pikiran layaknya benang kusut itu, seperti terurai kembali. Dengan menulis, ada udara baru, ada ruang nafas baru untuk menata kembali pikiran dan tindakan. Ada peta baru untuk kembali di jelajahi. Ada terapi yang memulihkan penyakit dan kelemahan diri.

Mensyukuri, juga merupakan alasan tersendiri yang membuat diri ini memutuskan untuk tetap belajar menulis. Ada banyak di luar sana yang tidak bisa baca tulis, yang cacat sehingga tidak bisa mengetik, yang tidak punya waktu untuk membaca dan menulis, yang tidak ada fasilitas, dan berbagai kendala lainnya. Maka atas anugerah tangan ini, sendi-sendi jari, mata, akal, titipan ilmu, fasilitas, dan nikmat-nikmat lainya yang tiada terhitung. Sangatlah layak diri ini untuk mensyukurinya, salah satunya dengan menulis. Mudah- mudahan dzikir tangan ini dalam menulis, bisa bermanfaat untuk diri yang lemah ini dan untuk sahabat yang lain. Juga menjadi bentuk kasih sayang, menjadi pembimbing, menjadi pencerahan baru, menjadi cahaya di saat remang, serta menjadi pengingat di saat lalai. Mudah-mudahan dengan mensyukurinya, nikmat dariNya akan bertambah, ada ilmu baru, ada kemudahan-kemudahan baru, ada sahabat baru, dan berbagai nikmat lainnya. Mungkin, bukan karena kita kurang ahli, kurang waktu, kurang fasilitas, atau kurang yang lainnya, maka kita tidak menulis, tapi karena kita kurang bersyukur dengan menulis maka kita kekurangan yang lainnya.

"…Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu,…" (QS Ibrahiim 14:7)

Disadari atau tidak, semua kita adalah penulis, Ya.., diri ini dan diri anda sedang menulis dalam lembarannya masing-masing. Lembaran-embaran itu akan dikumpulkan menjadi kitab, dan kita sendiri akan mendapatinya dan membacanya kelak. Setiap hari, dari detik ke detik, dari perpindahan desahan nafas, kita terus menulis. Ada tulisan bahagia, sedih, bingung, marah. Ada saat terjatuh, ada saat bangkit. Ada kesalahan yang sempat dihapus dengan taubat, atau di ralat pada alinea berikutnya, ada pula kesalahan yang tetap tertulis jelas. Bahkan berulang kali.

Tulisan kehidupan ini, sangat sangatlah teliti.., hingga yang kecil sekalipun tetap tercatat, apalagi yang besar. Hingga yang terlupakanpun masih utuh tercatat, apalagi yang jelas teringat.

"Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu." (QS Al-Mujadillah 58:6)

"Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun." (QS AL-Kahfi 18:49)

Maka bila tulisan itu akan kembali pada kita kelak, kenapa tak di buat indah saja untuk di baca? Maka bila tulisan itu akan menentukan kebahagiaan atau kesengsaraan yang kita dapatkan kelak, kenapa tak sungguh-sungguh dalam menuangkan serta menyusun setiap huruf, kalimat dan alineanya.

Semoga kita bisa terus berjuang untuk menjadi penulis di kitab ‘Illiyyin, yang akan mendapat royalti-royalti terindah yang tiada bertepi.

"..Sungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam ‘Illiyyin, Tahukah kamu apakah itu ‘Illiyyin ? (Yaitu) kitab yang bertulis, yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah). Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (syurga), mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim, (yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah." (QS. Al-Muthaffifin 83:18-28)

Juga, semoga kita bisa terus berjuang untuk tidak menjadi bagian penulis kitab Sijjin, yang penuh kecurangan, kedustaan, kedurhakaan dan kekufuran akan nikmat- nikmat Nya. Termasuk kufur adalah meningkari nikmatNya, mendiamkan tanpa mengoptimalkan nikmatNya, serta menggunakan nikmatNya dalam hal – hal yang melanggar.

"Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin, Tahukah kamu apakah sijjin itu? (Ialah) kitab yang bertulis….." (QS. Al-Muthaffifin 83:7-9)

"Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka. Kemudian, dikatakan (kepada mereka): “Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan.”" (QS. Al-Muthaffifin 83:16-17)

Peran apapun yang kita jalani dalam tulisan kehidupan kita, apakah sebagai seorang anak, seorang kakak, seorang adik, seorang istri, seorang suami, seorang ayah, seorang ibu, seorang karyawan, seorang mahasiswa, seorang aktivis, seorang pengusaha, seorang pemimpin, dst. Tulislah dengan baik.., rangkailah huruf demi huruf, kalimat demi kalimat, bab demi bab hingga selesai dan bernilai indah. Tipe-x lah dengan taubat dan berusahalah untuk tidak mengulangi lagi kesalahan-kesalahan tulisan yang pernah dilakukan, segeralah ralat tulisan yang salah dengan kebaikan, niscaya akan menghapusnya. Sebelum semuanya terlambat. karena waktu berakhirnya tulisan tak mengenal muda atau tua, kaya atau miskin, dan status duniawi lainnya.

"Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS Al-Furqan 25:70)

"…Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat." (QS Hud 11:114)

Sesungguhnya penilaian hakiki terhadap tulisan diri kita, ada pada yang maha melihat dan maha adil. Tapi tetap gembira rasanya, bila di bab-bab akhir tulisan kita, ada testimoni dari orang-orang terdekat. Dari keluarga, dari teman kerja, dari teman organisasi, dari teman kuliah, dari lingkungan masyarakat, dst.., yang -mayoritas- satu demi satu mereka memiliki kesimpulan positif dan sebagiannya di sertai tangisan dalam mengiringi sampul terakhir rangkaian tulisan diri kita.

Semoga dan mari berusaha…., saat awal memasuki dunia, kita menangis, dan orang lain tersenyum gembira menyambut kelahiran kita, saat akhir meninggalkan dunia, orang lain menangisi kepergian kita, dan kita tersenyum gembira.

Serta mari genapkan dengan do’a yang dulu di panjatkan Nabi Ibrahim as

"Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan," (QS Asy-syu’ara 26: 83-85)

Selamat mensyukuri hidup dengan menulis…

Mudah- mudahan Allah SWT memberi keikhlasan dan bimbingannya.

Bookmark with:

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine

( 0 Votes )
 

Comments 

 
#1 Ruhiyana 2010-07-21 15:28
Like this...
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh