| Memperkaya Alasan Menjalin Persaudaraan |
| Written by humas FP |
| Thursday, 19 May 2011 14:11 |
|
Setidaknya ada dua alasan, kenapa kita perlu untuk tetap menjalin persaudaraan. Pertama, karena persaudaraan adalah unsur dari persatuan. Sementara persatuan adalah rahim yang darinya lahir kekuatan. Satu lidi yang terserak, akan mudah patah dan tak mampu berbuat banyak. Namun jika lidi - lidi yang terserak itu disatukan, maka ia akan lebih kuat, dan mampu memberi manfaat. Sejarah telah membuktikan, bahwa bangsa yang terpecah mudah dijajah, sementara bangsa yang bersatu, mampu bangkit dan maju. Kedua, menjalin persaudaraan adalah ibadah, bukan sekedar bertemu dan saling sapa, tapi juga ada pahala dan keridhoanNya. Persaudaraan atau ‘silaturahim’ adalah berbagi kasih sayang, yang darinya terbuka peluang keluasan rizki dan keberkahan usia. Dengan menjalin persaudaraan kita bisa saling berbagi, saling mengisi dan saling mengoreksi. Khusus bagi kita, para alumni STM Pembangunan Bandung, yang sejak berdirinya tahun 1974 hingga hari ini, telah meluluskan ribuan alumni. Setidaknya ada dua alasan lain, kenapa penting untuk tetap melestarikan persaudaraan, baik antar sesama alumni maupun antar alumni dengan almamater. Pertama, menengok masa lalu. Kita menyadari bahwa apa yang kita dapatkan hari ini, tak terlepas dari jejak masa lalu, baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Diakui ataupun tidak, STM Pembangunan Bandung, baik guru, staf maupun teman - teman, telah berkontribusi dalam pencapaian kita hari ini. Karenanya kita mesti bersyukur atas itu semua, yang tercermin dari terjalinnya silaturahmi. Kedua, menatap masa depan. Kita menyadari bahwa kita berjalan maju, mendekati ujung perjalanan, dan kita menginginkan akhir yang membahagiakan. Disadari ataupun tidak, ada banyak salah dan khilaf masa lalu, yang mesti kita saling leburkan dalam kemaafan, agar beban kita ringan. Juga, usia yang menua ini, adalah kesempatan kita untuk berbekal. Semoga usaha kita menjalin persaudaran menjadi kekuatan yang melahirkan kemanfaatan, menjadi ibadah yang bernilai disisi Tuhan, menjadi wujud syukur pada sesama, dan menjadi persiapan masa depan yang lebih bermakna. ( 0 Votes ) |