Forum Pembangunan

"Orang yang kuat itu bukanlah yang pandai bergulat, tetapi yang dapat menguasai diri ketika dia marah"
~ HR. Imam Ahmad dan Ibnu Hibban
Tapros : Maintenance Hati tools
Written by Tedi Darussalam   
Friday, 01 January 2010 00:00

Assalamu'alaikum wr. wb.

Ilustrasi

Ilustrasi

Ini mau pada kemana sih orang-orang…?!  Bis yang lebih jarang dan para penumpang yang lebih banyak dari biasanya, menjadikan pikiran mulai krisis damai. Libur panjang, memang ga aneh, banyak orang berpergian, entah pulang kampung, rekreasi atau silaturahmi. Bis yang di tunggu akhirnya datang, dengan sedikit perjuangan, akhirnya saya bisa masuk juga, walaupun berdiri, ga apa apa, yang penting bisa sampai tujuan sesuai waktu yang ditargetkan.

Padahal harapan awalnya lebih memilih naik bis dari pada motor, supaya bisa baca atau tiduran. Tapi ya…, nasibnya berdiri, itung- itung latihan kekuatan kaki.
“Ayoo…Rapat bu…, geser lagi geser lagi…, ayo pa.…, kasian yang lain mau naik..” atur sang kondektur,
Seakan penumpang lainpun tak mau ketinggalan, lebih memilih berdiri asal segera sampai tujuan, dari pada menunggu bis kosong belakangan. Walhasil, tambah berdesakanlah penumpang dalam bis.

Diantara para penumpang “apes” itu, ada 3 penumpang yang menyita perhatian saya, lebih tepatnya perasaan kasihan, betapa tidak, ada seorang ibu muda menggendong bayinya, ditemani seorang ibu tua, (hampir nenek-nenek) membawa tas. Mereka satu keluarga kayaknya, terlihat dari obrolan dan barang bawaannya.

Yang jadi bikin saya eneg, kok para penumpang laki-laki, ga ada yang mau ngalah, berdiri dan mempersilahkan si ibu muda dengan bayinya, dan si ibu tua, untuk mendapatkan jatah duduk. Malah ada seorang bapak yang duduk bersebelahan dengan istrinya yang sedang menggendong anak, di kursi 2 orang, tiba-tiba dengan cekatan mengambil alih anaknya dari pangkuan ibunya. “trik jitu pa…! biar bisa tetep duduk kan..” (dalam hati, sambil tambah eneg..).

Naluri keibuan, akhirnya memainkan perannya, sang ibu tua, yang saya kira merupakan nenek dari sang bayi, memelas pada penumpang laki-laki yang duduk di dekatnya, untuk mengizinkan anaknya dan cucunya duduk.
“maaf mas.., boleh anak saya duduk, kasian dia bawa anak…” pintanya,
“makasih mas, mudah-mudahan jadi pahala, di balas oleh Alloh..” ucap sang nenek, setelah sang pemuda tanpa kata itu, berdiri.

Huuh…, transportasi di Indonesia memang masih banyak yang perlu di benahi, plus mental para penumpangnya. Dari para perokok, pencopet, pengamen, pendagang asongan, pengemis, sampai penumpang yang tipe tak mau ngalah ini. Dari pura-pura tidur, sampai gendong anak.

Oke…, eneg jangan dipelihara, nikmati aja perjalanan. Menggerutu juga ga menjadi solusi, lebih baik sekarang dengerin MP3, atau baca buku walau sambil berdiri..! soalnya lagi males ngobrol kanan kiri.  Bis berjalan tenang, sambil dengerin MP3, mata ini melihat sosok ibu dengan bayinya tadi, yang kebetulan di kursi persis depan saya. Sementara sang ibu tua (nenek sang bayi), tetap berdiri, tangannya mencengkram kursi, layaknya paspampres bagi anak cucunya. Wajah polos sang bayi yang sedang tidur, memang jadi pemandangan menyejukan. Kadang suka senyum sendiri, melihat wajah bayi yang lucu, polos, damai, tenang, suci, ah…, kadang jadi melebar kemana-mana. Inget Pa Aris, yang seminggu kemarin silaturahim ke rumah, sudah 3 tahun, tapi belum juga di karuniai anak, sudah sering melakukan terapi kesuburan, tapi belum juga ada tanda-tanda. “mohon doa in ya..” pintanya saat itu.

Inget juga Kang Nusa, temen deket yang sudah seperti saudara sendiri, istrinya baru lahiran seminggu kemarin, biaya cesarnya lumayan besar, karena Kang Nusa menginginkan yang terbaik buat istri dan anaknya. Kabar terakhir, sang istri pasca persalinan, dianjurkan dokter menjalani terapi tapros. Kata yang baru saya dengar, yang ternyata tapros merupakan merk dagang, untuk obat hormon, tapi karena banyak digunakan, akhirnya tekenal. Mirip seperti aqua, yang sudah biasa orang gunakan untuk menyebut minuman mineral.

Obat ini, untuk memberi hormon sintetik (buatan), untuk memproduksi hormon yang kurang, sehingga siklus haid atau harapan hamil dan penyembuhan pasca kelahiran bisa normal lagi. Waktu itu, saya ditanya, “kira-kira ada ga obat herbal untuk pengganti tapros” tanya Kang Nusa suatu waktu melalui telepon, “tapros apaan kang, denger aja baru sekarang..?!”, bla..bla..bla.., Kang Nusa menjelaskan, “soalnya lumayan, sekali suntik tapros, sekitar 1,7 juta..!” paparnya…, Wow, padahal baru kemarin cesar, sekarang mesti terapi tapros. “saya ada kenalan dokter, dan ahli herbal, akang coba aja telp, nanti sy sms in nomer nya”. Silaturahim memang banyak untungnya, kita bisa saling membantu, walau sebatas mereferensikan. 
“mas ongkosnya ….mas…” suara kondektur membuyarkan lamunan. 
Saya rogoh ongkos pas yang sudah disiapkan, well done.., memang kebiasaan kondektur di bis jurusan ini, baru nagih ongkos kalau sudah mau masuk gerbang tol. Soalnya biasanya ada penumpang turun, dan penumpang baru yang naik.

Kesempatan nih, amati kalau-kalau ada penumpang yang berdiri dan beranjak turun, segera ambil alih kursinya…,! Selang dua kursi dibelakang, bapak yang menggendong anaknya tadi, turun bersama istrinya…, Wuuzz, segera saya bergerak cepat, dan …., yesss., dapet…, alhamdulillah…, akhirnya bisa duduk juga, saya geser ke deket jendela, mempersilahkan pemburu kursi kosong lainnya menikmati kemenangan yang sama. Belum selesai menikmati kemenangan, mata ini menangkap sosok sang ibu tua tadi, yang masih berdiri menjaga anak dan cucunya…O ow.., dilamtis situation…!, ternyata ga semudah yang dibayangkan untuk mengalah…, duduk memang nyaman banget, kita bisa tiduran, relaks dengerin MP3, sambil baca buku.

Jangan lama-lama bernegosiasi dengan setan, yang punya banyak jurus dan cerdik menghadirkan alasan..
”mau kemana, udah duduk aja, suruh pemuda samping kamu aja yang berdiri…”, atau
“ga apa apa kali, lagian kan salah kondektur, udah penuh malah maksain narik penumpang…”, dst,

Bujuk rayu setan yang makin dipikirkan makin masuk akal, apalagi kursi yang ngdadak lebih empuk dari biasanya. Tapi…, ini kesempatan berbuat baik, ladang amal.., bukankah kebaikan itu bisa menghapus keburukan,

“Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya akan menghapusnya. Berinteraksilah dengan manusia dengan akhlak yang baik”. (HR. Tirmidzi)

Sekarang saatnya mengikis gunungan dosa, sedikit demi sedikit, toh kaki ini masih kuat dibanding kaki sang ibu itu. Kalau ternyata kecelakaan, dan meninggal di perjalanan, berarti bertemu Malaikat Izrail dalam keadaan berbuat baik, bukan dalam ego diri.  Akhirnya …”misi mas…, saya mau berdiri, ini buat ibu itu aja..” izin saya ke penumpang disamping, akhirnya ibu itu bisa duduk, dan sama, saya juga didoakan sang ibu.. “amiin..”

Alhamdulillah…senengnya jadi bagian kebahagiaan orang lain, rasanya hilang sudah kelelahan kaki yang lama berdiri, seakan tenaga jadi berlipat ganda. Pemandangan kok jadi tampak lebih indah, musik yang didengerin kok jadi tampak lebih syahdu, tempat tujuan kok rasanya cepet banget sampai.., beda dengan yang awal tadi, pas ga rela mesti berdiri, berdesak-desakan, lengkap dengan menyaksikan penumpang yang ga mau ngalah.., seakan waktu berjalan lambat, pemandangan diluar jendela membosankan, yang didengerin juga tak karuan. Padahal situasinya, bisnya, para penumpangnya, masih sama. Tapi kenapa bisa berbeda..? mmhhh, ternyata ada pada suasana hati…

Saat ego masih merajai diri, keluhan masih menguasi pikiran ini, hati -disadari atau tidak- jadi tak berenergi, ia menjalar ke kaki sehingga jadi lemes, ia merembet ke telinga jadi kurang nyaman pendengaran, ia merayap ke otak, jadi ga bisa konsentrasi. Tapi ketika, hati ini bahagia, suasana jadi tampak indah. Berarti -kesimpulan sementara- suasana dalam hati, jauh lebih powerfull, dari pada pengaruh suasana di luar. Buktinya, suasana yang sama, bisa dimaknai berbeda, karena kondisi hati yang berbeda.  Barangkali ini senada dengan hadis Rasulullah saw,

“Sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal daging, apabila dia baik maka baiklah seluruh jasad, dan apabila dia buruk maka buruklah seluruh jasad. Ketahuilah, dia adalah hati" (Riwayat Bukhari Muslim).

Ya…, bener banget…,saya setuju.., dengan kondisi hati yang fit, badan jadi ikutan fit, bahkan suasana juga ikutan indah. Sebaliknya…, saat hati ini kusam, jangankan suasana yang normal, bahkan suasana yang indah sekalipun bisa menjadi suram.  Kalau begitu, berarti kita harus sering-sering maintenance hati, karena ia merupakan kunci kebahagiaan. Kebeningan hati, berkaitan erat dengan kecerdasaan seseorang dalam memaknai setiap peristiwa (mengambil hikmahnya). Jika tertimpa musibah ia mampu bersabar, dan jika dianugerahi nikmat ia bisa bersyukur. Kalau setiap hari, minimal kita membersihkan badan 2x, karena kalau dibiarkan, selain penampilan ga nyaman di liat orang, bau, dan tentunya jadi penyakit. Nah, apalagi membersihkan hati, seharusnya jauh lebih diperhatikan, karena kesehatan hati, tak hanya bisa menjadikan hari-hari kita lebih indah, tapi yang lebih menarik adalah, para pemilik hati yang bening itu, kelak akan di panggil Allah swt, dipersilahkan memasuki syurga Nya,

“Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya, maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku” (QS Al-fajr 89: 27-30)

Lalu pertanyaannya, bagaimana memiliki hati yang hidup dan merawatnya supaya tetap bening? sehingga termasuk hati yang diridhoi Allah swt dan pantas masuk syurgaNya?  Beberapa di antaranya:

1. Tilawah Al-Qur’an
Selain pahalanya yang banyak, Al-qur’an juga memiliki efek “ketenangan” dan “cahaya” bagi para pembacanya.  Dari Al Barra bin Azib ra, “Ada seorang membaca surat Al Kahfi, tidak jauh dari tempatnya, ada kuda yang terikat dengan tali kanan kiri, tiba-tiba orang itu diliputi oleh cahaya yang selalu mendekat kepadanya, sedang kuda itu lari ketakutan.. Dan pada pagi hari ia datang memberi tahu kejadian itu kepada nabi saw, maka bersabda nabi saw, ”Itulah ketenangan (rahmat) yang telah turun untuk bacaan Al-Qur’an itu.” (HR Bukhari dan Muslim).

2. Act now to help other
Seperti peristiwa tadi, dengan berbuat baik menolong orang, secara fitrah, hati akan bahagia, dan tidak hanya berbuat, tapi juga bersegera, karena niat baik, pasti akan dihalang-halangi setan, karenanya jika terlalu lama berfikir, berarti mempersilahkan setan terus menerus melancarkan bujuk rayunya. Lakukan sekarang..! karena kita tak bisa menjamin apa yang terjadi kemudian, lalu rasakan khasiat yang terjadi.
“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang memudahkan urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya". (HR. Muslim).

3. Pray at night (tahajud)
Shalat malam, ialah shalat yang paling utama setelah shalat wajib. Pengorbanannya cukup berat, karenanya sedikit orang yang melakukannya. Padahal keutamaannya begitu menggiurkan, pantaslah kita untuk benar-benar memperjuangkannya, walau hanya 2 rakaat, kalau perlu pasang alarm, atau “kerjasama” dengan pasangan. 
“Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.” (HR Abu Daud) 
“Pada tiap malam Allah swt turun (ke langit dunia) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” (HR Bukhari dan Muslim)

4. Relation with shalihin
Kondisi hati, secara sunatullah akan mengalami fluktuatsi, kadang bersih, kadang kotor, kadang semangat, kadang lesu. apalagi di masa sekarang ini, yang hampir di tiap sudutnya, ada saja pemandangan yang bisa menodai hati. Karenanya, perlu ada teman yang meningatkan, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Artinya, kita perlu menjalin hubungan dengan orang-orang shaleh, supaya hati kita tetap terkondisikan dalam kebaikan. Karena kondisi spiritual teman kita, sangat mempengaruhi hati kita. 
“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang jelek seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. (Duduk dengan) penjual minyak wangi bisa jadi ia akan memberimu minyak wanginya, bisa jadi engkau membeli darinya dan bisa jadi engkau akan dapati darinya aroma yang wangi. Sementara (duduk dengan) pandai besi, bisa jadi ia akan membakar pakaianmu dan bisa jadi engkau dapati darinya bau yang tak sedap.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

5. Optimalitation dzikir & do’a
Islam adalah agama yang komplit, mengurusi dari mulai politik, ekonomi, pernikahan hingga masuk wc. Ada banyak dzikir dan doa yang di ajarkan Rasulullah saw, baik di pagi hari, petang hari atau malam hari. Baik ketika mau makan, mau tidur, bercermin, berangkat kerja, dst. Ketika kita berusaha menghiasi setiap aktifitas dengan dzikir dan do’a, maka hati akan tetap hidup dan kita akan mendapat perlindungan Allah swt. Minimal, jika kita belum hafal do’a dan dzikirnya, bacalah basmallah…,
“Setiap perkara yang tidak dimulai dengan bismillaahirahmaanirrahiim (dalam riwayat lain: dengan mengingat Allah), maka amalan tersebut terputus (kurang) keberkahan-Nya.” (HR. Ahmad)

6. Shaum
Perut yang kenyang, berpotensi besar memuaskan hawa nafsu, dan hawa nafsu yang tak terkendali akan melalaikan hati, karenanya, dengan shaum, nafsu jadi terkendali, dan hati bisa menjadi hidup. Karenanya Rasulullah saw menyebutkan bahwa shaum adalah perisai, dari perbuatan buruk dan dari api neraka. Juga orang yang sedang shaum, maka do’anya akan di kabulkan. 
“Tiga golongan yang tidak akan ditolak do’a mereka : Seorang pemimpin yang adil, seorang yang bershaum hingga dia berbuka, dan seorang yang terzhalimi” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

OK…, sudah hampir sampai tujuan, siap-siap turun…, jadi apa hikmahnya ? pelihara hati..!. dengan 1) Tilawah Al-Qur’an, 2) Act now to help other, 3) Pray at night, 4) Relation with shalihin, 5) Optimalitation dzikir & do’a, 6) Shaum, kalau di singkat, di ambil huruf awalnya aja, jadi TAPROS. Hei…, kayaknya pernah denger deh…?

Oh iya satu lagi hikmahnya, lain kali, kalau kejadian lagi, kita harus segera merebut tempat duduk kosong, bukan untuk dinikmati sendiri, tapi untuk di berikan pada orang lain, memiliki untuk memberi. Secara luas, dalam berbisnis pun demikian, kita wajib untung, bahkan walau seratus rupiah pun, karena dengan memiliki kita bisa memberi. Terserah orang mau menilai kita cinta dunia, atau apapun, selama tak melanggar batasan syar’i dan melalaikan ibadah, rebutlah …, milikilah …, lalu berinfaklah.

“depan , kiri pa…!” saya pun turun sambil tetap mendengarkan MP3, kali ini giliran lagunya opick, kalu ga salah judulnya “tombo ati”.

tombo ati iku limo perkarane
kaping pisan moco Qur’an lan maknane
kaping pindo sholat wengi lakonono
kaping telu wong kang sholeh kumpulono
kaping papat kudu weteng ingkang luwe
kaping limo dzikir wengi ingkang suwe
salah sawijine sopo biso ngelakoni
mugi-mugi Gusti Allah njembatani

obat hati ada lima perkaranya
yang pertama, baca Qur’an dan maknanya
yang kedua, sholat malam dirikanlah
yang ketiga, berkumpullah dng orang sholeh
yang keempat, perbanyaklah berpuasa
yang kelima, dzikir malam perpanjanglah
salah satunya siapa bisa menjalani
moga-moga Gusti Allah mencukupi

Wallohu'alam,
mohon maaf & semoga bermanfaat
Selamat tahun baru, selamat mudik bagi yang libur panjang
Wassalamu'alaikum wr wb

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine

( 1 Vote )
 

Add comment


Security code
Refresh