| Reportase SWA Oktober 2010 |
| Saturday, 06 November 2010 08:26 |
|
Assalamu'alaikum Wr. Wb. ![]() SWA Pie Kabare semua??? Semoga akang & teteh sekalian senantiasa berada dalam kondisi terbaik; terbaik dari segi ilmu, amal ataupun finansialnya. Aamiin. Izin untuk share sekaligus menginfo-kan aktifitas Forum Pembangunan bulan Oktober. Alhamdulillah, hari sabtu pekan kemarin (30/10) FP kembali mengadakan kegiatan "Sharing With Alumni (SWA)", masih pada ingat kah Kegiatan rutinitas bulanan (InsyaAlloh) yang mudah-mudahan menghasilkan anak-anak muda yang berkualitas, selain sebagai ajang silaturahim (menyambung & mengokohkan ikatan kekeluargaan) antar siswa dan alumni, juga sebagai media berbagi informasi, wawasan keilmuan dan pengalaman. Rencananya, SWA kemarin sedianya menghadirkan K Feri Grafita, KP 27 (Ketua Paguyuban Qatar). Kebetulan selama kurang lebih 1 bulan beliau berada di Indonesia (Pulang Kampung). Namun apa daya, dikarenakan komunikasi yang terputus, setelah beberapa pekan sebelumnya FP hanya mengandalkan kontak-kontek melalui jejaring fesbuk. Setelah itu,'kehilangan jejak'nya (loss contact). Ya,mudah-mudahan Alloh pertemukan di lain kesempatan.
Kang Akbar mengisahkan ketika bekerja, beliau banyak menemukan ha-hal baru yang sebelumnya beliau tidak dijumpai ketika sekolah. Beliau sempat bingung, gimana caranya supaya bisa,minimal mengenal hal-hal baru itu, untuk kemudian menguasainya. Saya coba korak-korek tipsnya. “Ketika menghadapi hal-hal/bidang-bidang baru, perbanyaklah bertanya. Karena semakin sering kita bertanya, semakin mudah bagi kita untuk mengenal dan memahami tentang sesuatu,” kurang lebih seperti itu jawaban k Akbar. Jadi inget sebuah pepatah,”Malu bertanya, kasasar (bahasa bataknya tersesat, he...)”. Ketika rasa malu (tentunya malu yang membawa mudhorot) dikedepankan, maka kita akan tersesat. Artinya jauh dari ilmu, jauh dari pemahaman dan jauh dari ‘kenyamanan ‘. Dua point penting lainnya dari sharing k Akbar adalah bagi tingkat 3 khususnya, yang tinggal beberapa bulan lagi ‘terjun’ ke dunia industri. Gunakan waktu yang tersedia ini untuk memperdalam pelajaran + Fokus terhadapnya (untuk urusan dimana tempat PKP nanti, jangan khawatir, pasti ada) dan pelajari ilmu yang ber’efek’ manfaat luas, yang bisa memberi kontribusi kebaikan kepada yang lainnya. Itu kira-kira obrolan dari akang yang dulu pernah aktif di kepengurusan OSIS.
Berikutnya ada k Thoriq (alumnus TT33). Ada pengalaman menarik ketika Prakerin, beliau di beri tugas oleh atasannya, yang tak lain adalah kakak kelasnya, untuk memasang sistem komunikasi transmisi di sebuah ATM. Pekerjaan hampir selesai,tinggal menguncinya dengan baut. Tak tahu kenapa (mungkin nuju mikirin doi,,he...), baut itu nyemplung ke lubang pembuangan. Di akalan ge susah, sudah mah kecil ukurannya. Aduh gimana ini? Beliau kebingungan & salah tingkah. Coba cari-cari spare di toolbox, dengan H2C akhirnya dapat juga (selamet,selamet,,,,,he...). Sudah selesai pekerjaan, beliau menghadap atasannya dan melaporkan kejadian yang dialami. Setelah di’interogasi’ panjang lebar,atasan itu memaklumi apa yang terjadi sembari memperkenalkan diri bahwa beliau juga lulusan STM Pembangunan. Beliau menjelaskan bahwa tugas yang diberikan semata-mata untuk mengetahui sejauh mana kemampuan skill & attitude lulusan sekarang. Beliau juga berpesan (yang tidak hanya untuk k Thoriq saja,tapi juga untuk kita semua) “Apapun yang terjadi, hadapilah, syukurilah dan nikmatilah”. Dari peristiwa itu, k Thoriq menyimpulkan bahwa seberat apapun tugas, jalani aja. Usahakan untuk tidak melakukan human error, karena berakibat kepada pencitraan yang buruk. Kurang lebih begitulah ‘sepenggal’ cerita menarik dari akg yang pernah menjabat sebagai WaKoJur (Wakil Koordinator Jurusan) ini. Sebagai moderator acara, K Ali juga berbagi pengalaman selama Prakerin. Beliau menganalogikannya seperti ketika mencangkul. Mencangkul itu merancang ‘panen’ masa depan, membuat ‘lahan-lahan kebaikan’, supaya tertanam ‘pohon-pohon’ kesuksesan, yang hasilnya kita petik di kemudian hari. Selain itu, PKP juga seperti aktifitas memulung. Apapun yang kita temukan selama PKP, ambil sisi positifnya karena bisa jadi itu adalah salah satu sistem pembelajaran. Syukur-syukur, kalau ‘PKP’nya dapat emas (uang saku,he....), alhamdulillah... Tapi intinya, PKP itu adalah sarana untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat selama sekolah dan mencari ilmu-ilmu yang lainnya. Soal mendapat uang saku, itu adalah nilai plusnya Prakerin. Wejangan yang lainnya adalah jangan menunda-nunda waktu, apapun yang bisa kita kerjakan hari ini, maka laksanakan. Karena waktu itu terus berjalan. Jika kita tidak pandai mengelola waktu, maka kita dengan mudahnya dapat dikendalikan oleh waktu. Mengakhiri pertemuan SWA ini, K Sukiman berbagi tips ketika akan melaksanakan Prakerin:
Tak terasa waktu menunjukkan jam setengah lima sore. Waktu yang amat singkat, untuk menggali ilmu. Tapi mudah-mudahan dari pertemuan ini, bisa memperluas perbendaharaan ilmu kita juga semakin mengokohkan ikatan kekeluargaan ini. Acara ditutup dengan do’a kafaratul majlis + takbir 3 kali,,, Allohu Akbar... Oia, InsyaAlloh, SWA berikutnya diagendakan hari Sabtu tanggal 20 November 2010 Jam 14.00 – selesai, temanya tentang “Motivasi Pendidikan” (persiapan untuk ulangan umum). Bagi akang & teteh sekalian yang ingin & bersedia berbagi ilmu dengan adik-adiknya, kami tunggu kehadirannya. Itu saja yang bisa disampaikan dalam forum yang mudah-mudahan Alloh muliakan ini. Mohon maaf jika dalam penyampaian informasi ini banyak kekurangan atau kelebihan (maksudnya dilebih-lebihkan kata-katanya). Mudah-mudahan Alloh pertemukan kita di lain kesempatan... Aamiin! Hapunten sareng hatur nuhun oleh: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ( 0 Votes ) |