| Kajian Sabtu Pagi- Pak Djudju |
| Written by tedi darussalam |
| Monday, 02 May 2011 14:54 |
|
Sabtu pagi yang cerah, siswa siswi berseragam pramuka satu persatu mulai berdatangan ke STM Pembangunan Bandung, sementara penjaga sekolah “khusyu” membersihkan daun dan ranting yang berserakan. Mesjid Ulul Albab, yang letaknya hampir di tengah-tengah sekolah, Nampak sudah menggeliat memulai aktifitasnya, sebagian siswa asyik berbincang di pelataran, sebagian lagi sudah duduk bersila di dalam mesjid. Tampak seorang bapak yang sudah sepuh, berkaca mata dan berpeci hitam, duduk di shaf terdepan mesjid, dengan membelakangi mimbar, berhadapan dengan beberapa siswa yang sudah m Bapak sepuh itu, tak lain adalah Bapak H. Djudju Djumhadi, yang sudah rutin setiap sabtu pagi menyiram ruhani siswa-siswi . Bapak yang kini menjadi Dosen di Unjani ini, mulai masuk menjadi guru di STM sejak tahun 1976 dan pensiun tahun 2000. Walaupun sudah pensiun, namun keterkatiannya dengan STM sangat erat, beliau masih terus berkontribusi pada kegiatan-kegiatan di STM, kadang menjadi khotib jum’at, kadang mengisi pertemuan alumni, kadang sebagai pemberi masukan pada para guru dan staf, dan menjadi pengisi tetap pada kajian islami sabtu pagi. Bapak yang termasuk salah satu guru penumbuh jurusan Instrumentasi Industri ini, sudah memulai kajian sabtu pagi secara rutin, sejak Juni 2009. Maka juni 2011 nanti genap 2 tahun. Walaupun tak lebih dari 1 jam kajian berlangsung, namun para siswa tetap antusias hadir dan mendengarkan nasihat dari Pak Djudju. Salah satunya Arif, kelas 1 KM, yang rutin hadir dikajian ini mengaku sangat merasakan manfaat nasihat Pak Djudju, nasihat yang berenergi, analogi yang menarik, dan mengaitkan dengan sains serta diselingi dengan anekdot segar menjadi ciri khas beliau “Pa Djudju tuh enak kalau ceramah, gampang dimengerti..” ujar Arif. Kita sedikit simak, sepenggal nasihat Pa Djudju, “orang cerdas itu, menurut Rasulullah bukan diukur dari tingginya IQ, tapi dari mengingat dan mempersiapkan kematian. Kalau mau ujian, kita harus siap-siap belajar. Kalau mau ke luar negeri, kita harus menyiapkan paspor, siapkan tiket, chek musim apa di luar negeri, jika sedang musim dingin berarti kita harus membawa mantel, dst. Kalau perpindahan dari satu tempat ke tempat lain di dunia ini saja sudah harus dipersiapkan, apalagi perpindahan dari dunia ke akhirat” “bukan mengingat kematian itu, dengan banyak ibadah duduk berdzikir di mesjid, pakaian sobek dibiarkan, tugas dari guru tidak dikerjakan, tapi justru dengan ingat kematian itu menjadi motivasi dahsyat kita untuk bergerak, memberikan yang terbaik disisi Allah, dan bermanfaat pada manusia” “bayangkan, kalau kita dikejar-kejar munding gila, saat terhalang tembok 2 meter lebih, dalam kondisi biasa, kita tak bisa melampauinya, tapi karena takut,takut sakit, takut berdarah, takut cacat, takut mati, potensi kita keluar, sehingga kita bisa melampauinya” “bumi yang kita pijak ini, beratnya 6x1024 kg. sangat besar, dan berat. Tapi bumi kita melayang, dan berputar, siapa yang mengaturnya ? Selama ini bumi tak pernah macet karena kekurangan oli, atau berhenti sama sekali. Tak pernah kita mendengar, “bengkel perbaikan bumi, jika bumi macet berputar, hubungi kami…” . Dan masih banyak lagi nasihat-nasihat beliau. Baik secara langsung melalui lisan,raut muka, rendah tinggi suara dan gerak tangan, maupun secara tidak langsung melalui semangat dan keteladanan. Walaupun usianya tak lagi muda, namun beliau sudah datang sangat pagi ke mesjid STM, terus berbagi, tanpa meminta pamrih. Semoga kebaikan-kebaikan Pa Djudju, dibalas oleh yang maha Penyayang dengan balasan yang berlimpah, teraliri pahala kebaikan dari anak didik-anak didiknya yang sudah menyebar, dan semoga usianya penuh berkah, serta husnul khatimah. Amiin ( 2 Votes ) |
Comments
tetep belajar yg rjin dunia sangt keras di bndingkan kegiatan keras di STM PEMBANGUNAN!!!! !!
salam dri sya YADI SETIADI angktan KP32!!!!!!
TETEP SEMANGAAAAAAAAA AATTTTTT!!!!!!! !!!!!
sayang,,,saya keburu lulus,,jd g smpt menikmati kegiatan ini...